Kunduran

Kunduran
Dipublikasikan pada 08 April 2018 di URL https://www.give.web.id/tutur-kata/2018/04/08/Kunduran.html
         

Hai Sahabat Give,

Saat ini, kita akan merenungkan satu hal mengenai: Kunduran

--------------------

Suatu hari di rumah Pak Meno terlihat begitu sibuk dan ramai sekali, terlihata banyak orang dan tetangga datang kesana.

Ternyata, terjadi sebuah peristiwa yang sangat mengharukan, karena Bu Ranti, isterinya Pak Meno meninggal dunia, setelah baru saja melahirkan anaknya.

Banyak orang yang ada disitu menitikkan air mata, karena Pak Meno harus ikhlas menerima kenyataan yang memilukan ini. Bayi yang dilahirkan Bu Ranti terlihat sehat dan gemuk, tetapi dia harus menerima kenyataan, bahwa ibu yang melahirkannya sudah menghadap Yang Maha Kuasa.

Orang-orang yang ada disitu banyak yang mengatakan bahwa Bu Ranti meninggal dunia karena ‘kunduran’.

Kunduran? Apa maksudnya? Dan mengapa bisa disebut ‘kunduran’?

Sahabat, bagi sebagian masyarakat pedesaan, orang yang hendak melahirkan masih ditolong oleh dukun beranak karena pada masa itu masih sangat jarang bidan desa atau pun dukun terlatih. Sehingga untuk menyingkat waktu, orang yang hendak melahirkan akan ditunggui oleh dukun beranak sampai proses melahirkannya selesai dengan baik.

Karena itu, ketika kasus seperti yang dialami oleh Bu Ranti tadi, disebut ‘kunduran’ karena masyarakat pedesaan masih belum mengenal istilah medis lain selain istilah itu. Sebenarnya, yang dimaksud oleh masyarakat sebagai ‘kunduran’ adalah keadaan dimana seorang ibu melahirkan tidak kuat lagi untuk ‘mengejan’ karena kondisi tubuh yang lemah. Oleh karena tidak ditunjang oleh peralatan medis yang memadai, akhirnya, kelemahan fisik itu bisa menyebabkan berkurangnya oksigen dalam tubuh, sehingga jika tidak segera ditolong akan berakibat pada kematian.

Sehingga yang disebut sebagai ‘kunduran’ bukanlah ibu yang melahirkan tadi bergerak mundur setelah bayinya terlahirkan, tetapi karena kurangnya pasokan oksigen dalam darah sehingga menyebabkan kelelahan fisik.

Meskipun demikian bu Ranti yang meninggal tadi, adalah seorang wanita yang perkasa dan jasanya tidak dapat dilupakan oleh Pak Meno sebagai suami dan anak yang baru saja dilahirkannya. Karena seorang wanita ditakdirkan dari leleran darahnya, itulah sebabnya ada hukum tentang perempuan harus melahirkan anak baik laki-laki maupun perempuan.

Karena itu, marilah kita saling mendoakan agar ketika ibu, saudara perempuan, atau pun orang lain yang sedang dalam proses persalinan bisa berjalan dengan lancar, dan selamat, sehingga yang didapat adalah sukacita.

--------------------

Selamat merenungkan!

Jika ada saran dan pertanyaan, silahkan menyampaikannya kepada kamimengirimkan pesan WhatsApp ke +62811828324 atau email ke [email protected].


give,berbagi,kasih,share,sharing,donasi,bantuan,bantu,komunitas,buku,anak,asuh,cinta,sayang,empati,simpati,indonesia,java,jawa,sunda,sumatra,sumatera,borneo,kalimantan,sulawesi,maluku,ambon,bali,bugis,makassar,toraja,mamuju,palu,poso,soppeng,selayar,gunungkidul,gunung,kidul,cilacap,purwokerto,sokaraja,kebumen,kulonprogo,bantul,sleman,bandarlampung,bandar,lampung,cianjur,sukabumi,ciawi,bogor,bandung,kopeng,salatiga,pati,ungaran,solo,surakarta,jogja,yogyakarta,klaten,wonogiri,radio,siaran,sunda,burung,manuk,koreak,kokoh,bakoh,Kunduran,doa,ibu,perempuan,mengejan,melahirkan,sukacita,bayi,persalinan,anak,lemah,istilah jawa kunduran setelah melahirkan,artinya suara manuk burung koreak asli sunda jawa barat adalah,apa arti kata kokoh bakoh,baju hijau warna ungu terong