Duduk Di Atas Bantal

Duduk Di Atas Bantal
Dipublikasikan pada 13 Oktober 2018 di URL https://www.give.web.id/tutur-kata/2018/10/13/Duduk-Di-Atas-Bantal.html
         

Hai Sahabat Give,

Saat ini, kita akan merenungkan satu hal mengenai: Duduk Di Atas Bantal

--------------------

Ketika tiba saatnya perkumpulan warga di rumahnya Pak Kepala Dusun mengabsen para ketua RT dan RW. Ternyata ada salah satu ketua RT yang tidak hadir. Lalu ketua RT yang hadir di situ memberitahukan Pak Kadus bahwa ketua RT yang tidak hadir tersebut sedang sakit 'bisul'.

Pak Kadus dan semua hadirin yang ada disitu serentak tertawa, karena mereka tahu penyebab penyakit bisul itu apa. Lalu ada salah satu yang berkata, "Wah, pasti itu karena sering duduk di atas bantal, jadi bisulan."

Karena bisul, maka suasana rapat warga itu menjadi ramai dan hangat. Sebelum rapat dimulai para warga bercengkerama dan berbincang satu dengan yang lainnya. Tetapi, pertanyaannya adalah, bagaimana bisa duduk di atas bantal menyebabkan bisulan?

Secara pengetahuan dan kesehatan antara bantal dan bisul itu tidak ada hubungannya. Bagaimana menurut Anda?

Sahabat, bisul itu terjadi karena adanya bakteri, virus, atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita. Hubungan bantal dengan bisul, kalau dipikir secara alamiah memang tidak ada hubungannya.

Tetapi jika dikaji ulang secara ilmu pengetahuan, bahwa mungkin saja bantal itu sudah lama tidak dijemur, sehingga masih banyak terdapat tungau, atau pun serangga-serangga kecil yang tak terlihat oleh mata kita, lalu ketika mengenai badan kita maka akan menyebabkan bisulan.

Kejadian bisulan ini, seharusnya menjadikan kita lebih rajin mempelajari pengetahuan yang ada di sekitar kita, sehingga kita bisa mengerti alasan yang sebenarnya.

Dahulu kala, duduk di atas bantal bisa menyebabkan bisulan, ini menjadi salah satu sarana untuk mengajarkan kesopanan kepada anak-anak, untuk menghormati orang tua.

Seperti halnya yang disampaikan dalam kata-kata bijak ini, "Sesungguhnya, penyakit itu kita sendiri yang menciptakan dan kita jugalah yang mengetahui penyebabnya. Jadi, jika memang sudah tahu tidak boleh dilakukan, maka sebaiknya hindari, agar kita juga terhindar dari penyakit."

Marilah kita lebih bijaksana dalam menanggapi setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita.

--------------------

Selamat merenungkan!

Jika ada saran dan pertanyaan, silahkan menyampaikannya kepada kamimengirimkan pesan WhatsApp ke +62811828324 atau email ke [email protected].


give,berbagi,kasih,share,sharing,donasi,bantuan,bantu,komunitas,buku,anak,asuh,cinta,sayang,empati,simpati,indonesia,java,jawa,sunda,sumatra,sumatera,borneo,kalimantan,sulawesi,maluku,ambon,bali,bugis,makassar,toraja,mamuju,palu,poso,soppeng,selayar,gunungkidul,gunung,kidul,cilacap,purwokerto,sokaraja,kebumen,kulonprogo,bantul,sleman,bandarlampung,bandar,lampung,cianjur,sukabumi,ciawi,bogor,bandung,kopeng,salatiga,pati,ungaran,solo,surakarta,jogja,yogyakarta,klaten,wonogiri,radio,siaran,sunda,burung,manuk,koreak,kokoh,bakoh,Duduk,Di,Atas,Bantal,bisul,duduk,bantal,sopan,kesopanan,hormat,menghormati,anak-anak,orang tua,penyakit,bijaksana,sit,pillow,pengetahuan,artinya suara manuk burung koreak asli sunda jawa barat adalah,apa arti kata kokoh bakoh,baju hijau warna ungu terong